Senin, 14 April 2014

Penulisan paper tentang penerapan DRP pada PT.Telkom Indonesia

Penerapan Disaster Recovery Plan Pada PT.Telkom Indonesia
Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi










Gwayne – 1501149680
06 PMM

Daftar Isi

Halaman Judul Luar.................................................................................................................... i
Daftar isi
..................................................................................................................................... ii
Kata Pengantar ......................................................................................................................... iii
Abstrak ..................................................................................................................................... iv
BAB I ........................................................................................................................................ 1
BAB II ...................................................................................................................................... 3
BAB III ..................................................................................................................................... 6
BAB IV ..................................................................................................................................... 7
Daftar Pustaka ........................................................................................................................... 8

Riwayat Hidup .......................................................................................................................... 9

















ii
Kata Pengantar

Pertama-tama saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan paper yang berjudul “Penerapan Disaster Recovery Plan Pada PT.Telkom Indonesia”.Semoga penulisan ini dapat membantu untuk menambah pengetahuan tentang akan penerapan dan pentingnya Disaster Recovery Plan pada perusahaan.
Akhir kata,mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan,masih banyak kekurangan pada penulisan,dan diharapkannya kritik serta saran kepada saya,agar penulisan saya bisa lebih baik lagi.terima kasih.



















iii


Abstrak


Pada masa yang sudah maju ini kita telah mengetahui bahwa teknologi informasi telah membantu banyak dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari melakukan tugas-tugas kecil sampai dengan bisa membantu proses bisnis sebuah perusahaan.Dari teknologi informasi sendiri perusahaan bisa meningkatkan kinerjanya,meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan dan bisa menghemat beberapa pengeluaran mulai dari uang,waktu,dan pikiran.Dari teknologi informasi sendiri tentu kita tahu bahwa dari keuntungan-keuntungan yang ditawarkan,pasti ada kelemahan tersendiri juga yang ia miliki.Kelemahan teknologi informasi pun ber-variasi,mulai dari kerusakan hardware,software,sampai kesalahan atau kesengajaan manusia.

Oleh karena itu akibat dari kelemahan yang ada,maka kelemahan tersebut bisa menjadi sebuah ancaman bagi perusahaan yang menggunakan teknologi informasi sebagai media pembantu perusahaan.Tidak cukup ancaman kerusakan hardware,software,atau manusia.Kita pun bisa mendapatkan ancaman dari alam yang berupa gempa bumi,banjir,tsunami,gunung meletus,dan sebagainya yang bisa menghancurkan aset teknologi informasi perusahaan yang bisa berupa data,software penting,dan hal-hal lainnya yang sangat sensitif bagi perusahaan.

Sehingga dari ancaman alam tersebut,kita bisa melakukan tindakan pencegahan apabila terjadi bencana alam,dan tindakan tersebut adalah Disaster Recovery Plan. Disaster Recovery Plan adalah sebuah tindakan dan proses yang menjalankan beberapa rangkaian prosedur pada saat terjadi keadaan darurat,agar perusahaan bisa cepat pulih apabila terkena suatu bencana dan langsung mampu untuk tetap menjalankan fungsi-fungsi perusahaan dengan kerugian yang sedikit/minimal.


iv
BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Pada jaman teknologi informasi yang telah berkembang saat sekarang ini,kita telah menjadi mudah untuk melakukan hal manual menjadi otomatis berkat sistem-sistem yang telah diberikan oleh teknologi informasi,sehingga kita bisa merasakan perbedaan hasil yang cukup signifikan mencakup dari waktu,biaya,dan keuntungan lainnya yang tidak terlihat.
Dari teknologi informasi sendiri,kita menjadi bisa menyimpan data perusahaan dengan baik dan terpadu ,tidak seperti jaman dahulu dimana saat kita masih menyimpan data dengan cara menulis dengan manual,kemudian kita menyimpannya di rak atau lemari khusus,jika ingin mencari data lama kita harus membuka semua rak atau lemari tersebut satu per-satu untuk menemukan data yang kita inginkan.Bayangkan bagaimana rasanya mencari satu data saja tetapi membutuhkan waktu lebih dari satu jam,bahkan bisa lebih dari satu jam.Oleh karena itu teknologi informasi pun memberikan kita kenyamanan dimana kita hanya perlu melakukan pencarian otomatis untuk mencari data yang kita inginkan.Kemudian rak atau lemari yang memakan tempat telah tergantikan oleh sebuah database atau server yang menyimpan semua data perusahaan kita.
Tidak dapat di-pungkiri bahwa teknologi informasi sangat memberikan dampak bagi kita,akan tetapi pernah-kah kita terpikir tentang ancaman apa,hal apa yang bisa terjadi kepada kita ketika tempat penyimpanan data berharga kita tiba-tiba rusak atau hancur oleh sebuah bencana yang tidak dapat kita hindari.
PT.Telkom Indonesia,perusahaan yang sudah tidak asing lagi bagi kita.Perusahaan yang bergerak di-bidang jaringan komunikasi ini pastinya memiliki banyak data penting berupa data pelanggan,data transaksi,dan data lainnya.Pastinya apabila data ini tiba-tiba rusak akibat hal yang tidak diinginkan,maka sudah dapat dipastikan perusahaan Telkom bisa menderita kerugian yang sangat besar.Karena itu untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan atau kehilangan data akibat hal-hal yang tidak diinginkan,maka PT.Telkom Indonesia perlu menerapkan Disaster Recovery Plan (DRP) sebagai solusi untuk melindungi data berharga perusahaan.
1.2  Ruang lingkup
Pembahasan penerapan Disaster Recovery Plan pada PT.Telkom Indonesia akan dibatasi pada :
1.Pengertian Disaster Recovery Plan
2.Penggunaan Private Cloud Computing oleh PT.Telkom Indonesia

1
1.3  Tujuan dan Manfaat
1.3.1 Tujuan dari penulisan ini adalah :
            - Mengindentifikasi masalah apa yang kira-kira bisa dihadapi PT.Telkom
1.3.2 Manfaat dari penulisan ini adalah :
      - Menjelaskan pentingnya dan keuntungan penerapan disaster recovery plan oleh
        PT.Telkom

1.5 Metodologi Penelitian
Metode yang dilakukan untuk penelitian adalah :
-Metode Analisis
 Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah menganalisa studi kasus dimana PT.Telkom Indonesia menerapkan Private Cloud Computing sebagai implementasi Disaster Recovery Plan mereka.
1.6  Sistematik Penulisan
Untuk menjelaskan pembahasan agar menjadi lebih terpadu,maka penulisan dibagi atas :
BAB I             : Pendahuluan
Menjelaskan latar belakang,tujuan dan manfaat penulisan,metodologi penilitian,serta sistematik penulisan.

BAB II            : Landasan Teori
Menjelaskan konsep dari Disaster Recovery Plan
BAB III: Pembahasan
Menjelaskan Penggunaan Private Cloud Computing sebagai implementasi Disaster Recovery Plan oleh PT.Telkom.
BAB IV: Penutup
Berisikan kesimpulan dan saran dari pembahasan penulisan.







2
BAB II
Landasan Teori


2.1  Disaster Recovery Plan (DRP)
Berikut beberapa teori yang menyangkut kepada Disaster Recovery Plan:
2.1.1 Bencana / Disaster
Bencana adalah suatu hal yang tidak dapat diperkirakan dan bisa terjadi kapan-pun tanpa adanya peringatan,serta objek yang terkena bencana tersebut akan mengalami kerusakan yang luar biasa.
Dikutip dari “Disaster Recovery and Business Continuity Copyrigth by EC-Council” Bencana adalah seluruh kejadian mengganggu yang mendorong sistem ke dalam keadaan krisis.Hal ini mengacu ke bencana dan kehancuran akibat alam atau faktor buatan manusia seperti kebakaran, dan terorisme cyber.
Dikutip dari situs “klikdt”
Bencana adalah sebuah peristiwa atau rangkaian kejadian yang disebabkan oleh alam,manusia,ataupun keduanya dalam saat bersamaan yang akhirnya bisa menimbulkan kerusakan serius bagi lingkungan sekitar.
2.1.2 Sumber dan Tipe Bencana
Sumber dan tipe bencana yang biasa bisa kita temui :
- Disebabkan oleh alam : banjir,tsunami,gempa,gunung meletus,angin topan.
- Disebabkan oleh manusia : human error,sabotase,hacking,dan sebagainya.
- Disebabkan oleh teknologi : hardware rusak,software error,mati listrik.
2.1.3 Tekanan akibat terjadinya bencana
Beberapa tekanan akibat terjadinya bencana secara tiba-tiba :
- Kepanikan
- Shock
- Beban mental
- Kehilangan kontrol diri
2.1.4 Disaster Recovery Plan (DRP)
Arti DRP yang dikutip dari jurnal Disaster Recovery dari DRI international adalah sebuah dokumen yang menggambarkan sumber daya,tindakan,tugas,dan data yang diperlukan untuk mengatur proses recovery bisnis pada saat terjadi gangguan yang mengancam bisnis perusahaan.
Arti DRP yang dikutip dari national institute of standarts and technology,DRP adalah rencana yang sudah dipersiapkan untuk memproses seluruh data penting dalam situasi kerusakan besar dari hardware atau software atau kerusakan lain pada fasilitas.
3                                                                                          
2.1.5 Perencanaan DRP
Perencanaan DRP menurut DRI internasional adalah :
1.fase awal
2.fase persyaratan secara fungsi
3.fase desain dan pengembangan
4.fase penerapan
5.fase pengujian
6.fase perawatan
7.fase eksekusi
Perencanaan DRP menurut national institute of standarts and technology adalah :
1.pengembangan kebijakan contingency planning
2.menjalankan business impact analysis
3.menetapkan preventive control
4.mengembangkan recovery strategy
5.mengembangkan contingency plan
6.merencanakan,menguji plan,serta melakukan training
7.merencanakan maintence
2.1.6 Perancangan DRP
Perancangan DRP berdasarkan system development life cycle :
1.tahap inisiasi
menyatakan kebutuhan sistem di dalam dokumentasi
2.tahap pengembangan
membeli sistem,merancang sistem,mengembangkan sistem
3.tahap implementasi
mengetes sistem dan kemudian mengimplementasikan sistem
4.tahap pemeliharaan
memelihara,me-maintence,serta terus memonitor kerja sistem
5.tahap penyelesaian
sistem telah selesai dibuat
2.1.7 Alasan penggunaan DRP
Menurut CBK review august 1999 alasan sebuah perusahaan menggunakan DRP adalah :
1.Proaktif daripada reaktif
perusahaan akan menjadi pro-aktif untuk merencanakan penganggulangan bencana sebelum sebuah bencana terjadi
2.maintain aktifitas bisnis
apabila perusahaan tidak memiliki DRP maka ,apabila tiba-tiba terjadi bencana maka perusahaan akan mengalami kerugian dalam waktu jangka pendek ,maupun jangka panjang
3.dampak terhadap pelanggan
kehilangan citra baik di depan pelanggan


4

4.undang-undang mengharuskan
ada negara dengan undang-undang yang mengharuskan perusahaan memiliki DRP
2.1.8 Kerugian tidak memiliki DRP
Akibat yang bisa kita temui apabila tidak memiliki DRP :
1.kerugian langsung
aset perusahaan menghilang,mulai dari infrastruktur,jaringan,data,dan sebagainya.
2.kerugian tidak langsung
kerugian yang disebabkan kesalahan teknis yang bisa menghilangkan data akses,ketidak-mampuan sistem berjalan,dan sebagainya.
3.kerugian sebagai akibat
kerugian yang bisa disebabkan oleh outage ,berupa hilangnya konsumen,turunnnya nilai saham,citra perusahaan rusak,hilangnya kekuasaan di pasar.

Dampak langsung selain dari 3 kerugian diatas:
1.hilangnya laba perusahaan
2.kerugian produktivitas
3.butuh biaya ekstra untuk membangun kembali perusahaan
4.reputasi rusak secara tidak langsung














5
BAB III
Study kasus


3.1 Study Kasus
Study kasus tentang PT.Telkom Indonesia yang menggunakan Private Cloud Computing sebagai DRP dan peningkatan kinerja operasional
3.2 PT.Telkom Indonesia
PT.Telkom indonesia adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi.
3.2.1 Permasalahan PT.Telkom Indonesia
PT.Telkom yang merupakan salah satu perusahaan besar di indonesia tentu tidak luput dari kebutuhan teknologi bagi perusahaan mereka.Ada beberapa masalah yang mereka hadapi berupa :
1.PT.Telkom
harus mengelola 200-an server sekaligus dalam kesehariannya
2.Mekanisme PT.Telkom dalam bekerja lambat
3.Pada saat tiba-tiba terjadi bencana,PT.Telkom akan sulit untuk melakukan pengambilan keputusan,karena ada 200 server yang harus diselamatkan

3.2.2 Penerapan Private Cloud Computing oleh PT.Telkom Indonesia
PT.Telkom dibantu oleh PT.Mitra Integrasi Informatika,menerapkan Private Cloud Computing sebagai berikut :
1.Menggunakan Private Cloud computing sebagai sarana back-up server bagi PT.Telkom
2.Memberikan pihak-pihak terkait dalam projek tersebut sebuah pelatihan agar mengenal cloud enviroment dan pengertian untuk mengatur  private cloud.
3.3.3 Hasil Penerapan Private Cloud Computing oleh PT.Telkom Indonesia
berikut hasil penerapan Private Cloud Computing oleh PT.Telkom:
1.PT.Telkom dengan menerapkan Private Cloud computing,tidak perlu lagi mengelola server dengan jumlah 200-an lagi,sekarang hanya cukup 8 server sudah memiliki kinerja optimal,sehingga PT.Telkom tidak perlu lagi dibebankan dengan pengawasan 200 server
2.Biaya yang dikeluarkan telkom untuk penerapan Private Cloud Computing sekaligus DRP tidak terlalu besar,karena penerapan hanya membutuhkan penambahan software
3.Karena semua data sudah di virtualisasi,maka PT.Telkom tidak perlu takut pada bencana fisik lagi(bencana alam),tetapi tetap harus berjaga pada bencana non-fisik(manusia,hacker)

6

BAB IV
Penutup


4.1 Kesimpulan
Private Cloud Computing yang diterapkan oleh PT.Telkom Indonesia untuk DRP,PT.Telkom pun bisa mendapatkan penambahan kinerja dikarenakan PT.Telkom menjadi lebih mudah untuk mengurus seluruh data miliknya didalam Private Cloud,kemudian PT.Telkom pun sudah tidak perlu takut dengan bencana alam secara langsung dikarenakan data perusahaan telah di virtualisasi sehingga data telah menjadi aman dan mudah diakses dimana pun ,kapan pun.
4.2 Saran
DRP dibutuhkan dikarenakan bisa membantu perusahaan dalam perencanaan jangka panjang,penanggulan bencana,kemudian lebih baiknya lagi apabila DRP digabungkan dengan sistem lain sehingga bisa juga meningkatkan kinerja perusahaan layaknya PT.Telkom yang tidak hanya mendapat keamanan data,akan tetapi juga mendapat penambahan kinerja.














7

Daftar Pustaka





















8

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Gwayne
Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta,28  july 1993
Jenis Kelamin : laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : buddha
Alamat  : Jl. Gading mas barat X blok X no X,kelapa gading,jakarta utara
No HP : 0812xxxxxx
Pendidikan :
1. SD tunas gading Lulus Tahun 2005 Berijazah
2.  SMP tunas gading Lulus Tahun 2008 Berijazah
3. SMA marie joseph  Lulus Tahun 2011 Berijazah
4. Perguruan tinggi bina nusantara tahun 2011 sampai sekarang
Pengalaman Kerja:
1.Menjadi SPB penjualan laptop asus
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.
Jakarta, 13 April 2014
Hormat saya,

Gwayne

9


binus.ac.id


Senin, 07 April 2014

PENGENALAN TECHNOPRENUER TERHADAP SISTEM INFORMASI


PENGENALAN TECHNOPRENUER TERHADAP SISTEM INFORMASI

Technopreneur merupakan penggabungan antara pemanfaatan perkembangan Teknologi dan Konsep Entrepreneur.  Dimana entrepreneur  sendiri dapat di definisikan sebagai sesesorang yang menciptakan bisnis / usaha dengan keberanian untuk mengambil resiko guna mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Technopreneur adalah Entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada  sebagai basis pengembangan usaha yang di jalankannya, atau bisa di bilang Technopreneur ini adalah Entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya.

Contoh Perusahaan yang berbasis Technopreneur
1.   Microsoft
2.   Google
3.   Facebook
4.   Twitter
5.   Dll

Technopreneur selalu berusaha keras untuk memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini(utilizing lates technology) untuk berinovasi guna meningkatkan daya saing. Kondisi itu, kita cermati misalnya pada beberapa technopreneur yang mengembangkan sektor jasa dengan memanfaatkan secara cerdas beragam kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi. Untuk engembangkan technopreneur berwawasan masa depan, perlu pemahaman tentang beberapa trend dunia usaha masa depan, yaitu;

Pertama, kegiatan bisnis berbasiskan inovasi teknologi. Tujuannya menjadikan para technopreneur dapat mengatasi tantangan masa depan, khususnya tuntutan daya saing ekonomi yang makin ditentukan dari kesanggupan pemanfaatan sumber daya alam yang mengedapankan penguasaan ilmu pengetehuan dan teknologi.

Kedua, complementary attitude, yaitu mengedepankan pola sikap saling melengkapi dalam menyikapi persaingan di ranah bisnis dan dunia usaha akan menjadikan para technopreneur dapat memanfaatkan secara cerdas perluasan sinergi berusaha yang makin konstruktif guna memenuhi tuntuan kebutuhan pasar yang makin luas, makin kompleks dan makin dinamis.

Ketiga, mengedepankan inovasi teknologi. Bagi para technopreneur yang umumnya memiliki mentalitas riset, tuntutan konsumen atas produk yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu kesehatan, serta tuntutan lainnya, justeru menjadi pencetus untuk terus berinovasi.

Keempat, pemerintah sebagai fasilitator dan katalisator. Kecenderungan masa depan, yaitu sikap pemerintah yang umumnya cenderung berperan sebagai fasilitator di berbagai kegiatan ekonomi, juga merupakan insentif para technopreneur.


Konsep Pengembangan Inovasi Bagi Para Technopreneur

Ada tiga pilar inovasi teknologi sebagai penentu kinerja sektor riil dan perekonomian masa depan bagi para technopreneur, yaitu revolusi kuantum, revolusi komputasi dan revolusi bio molekuler.

1. Revolusi kuantum (Quantum Revolution)
Pencetusnya adalah inovasi teknologi material komposit, teknologi serat optik, teknologi polimer, teknologi bahan sintetik (new alloys). Dampak pada sektor riil dari revolusi kuantum adalah mengubah wajah industri manufaktur, utamanya industri otomotif, industri kedirgantaraan, industri elektronika, industri transportasi dan pertambangan.

2. Revolusi Komputassi
Pencetusnya adalah inovasi pada teknologi intelegensia tiruan (artificial intelligencial),mikrokomputer, computer aided design, computer aided manufacturing, computer aided engineering,teknologi robotika, teknologi laser dan penginderaan jauh. Dampaknya pada sektor riil, yaitu mengubah wujud seluruh jenis industri manufaktur dan memperluas diversifikasi industri jasa, industri pertahanan/ militer dan industri telekomunikasi.

3. Revolusi Bio Molekular
Pencetusnya adalah inovasi pada teknologi rekayasa genetika dan teknologi kultur jaringan. Dampaknya pada sektor riil adalah mengubah total cara dan paradigma pertanian serta seluruh unsur agribisnis, berdampak besar pada industri farmasi dan kesehatan.
Pada akhirnya, pengembangan technopreneur tergantung dari kemauan dan semangat untuk terus maju. Bagi para wirausaha muda, generasi muda, peluang untuk menjadi technopreneur sangat terbuka dan menjadi keharusan untuk bisa bersaing di masa depan. Namun jika tidak ada semangat dan daya juang, maka akan menjadi sebuah penghalang besar proses kemajuan bangsa. Mari kita perkuat technopreneur.




Pemerintah dukung adanya Technopreneur

Banyak yang belum tau bahwa pemerintah juga turut mendukung pengembangan Technopreneurship atau bisnis berbasis teknologi, itu karena Technopreneur di Indonesia bisa menjadi tulang punggung pembangunan nasional serta mendukung kemandirian bangsa, semua itu di katakan oleh menteri Koordinator perekonomian Hatta Rajasa dalam pidatonya. Menurut beliau, perguruan tinggi harusnya juga memiliki tugas untuk mencetak orang-orang yang tidak hanya sekedar mencari lapangan kerja, tapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mereka mampu menjadi seorang Technopreneur dan mampu menciptakan sebuah lapangan kerja baru bagi para calon pegawainya, sehingga diharapkan dapat membawa perubahan kondisi bangsa ke arah yang lebih baik dalam berbagai bidang.

 
Perlu kita tau bahwa di tahun 2015 ASEAN akan menerapkan Economic Community. Ini akan menjadi awal dimulainya pasar bebas regional ASEAN, sehingga peredaran uang dan barang akan sangat berpusat pada teknologi, karena pemasaran dilakukan antar begara-negara ASEAN, maka dibutuhkan banyak Technopreneur yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna meningkatkan daya saing bisnisnya menghadapi pesaing-pesaing lain dari kawasan ASEAN pada tahun 2015 nanti.  Karena sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi ASEAN Economic Community ini, yakni berupa sumber daya manusia yang sangat mencukupi untuk bersaing, dengan jumlah penduduk Indonesia hingga 39% dari total penduduk ASEAN maka indonesia di katakan mampu memberikan pengaruh besar bagi ASEAN Economy Community . Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang lebih dari negara-negara ASEAN yang lain, sehingga Indonesia memiliki Potensi besar dalam ASEAN Economy Community ini. Karena itulah, begitu besar harapan pemerintah kepada para generasi mudaIndonesia sebagai agen of change (agen pembawa perubahan) dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk mampu mengembangkan potensi Indonesia yang telah ada tersebut sebagai seorang Technopreneur guna mampu bersaing dengan negara ASEAN yang lain, sehingga Indonesia mampu menjadi pemain Utama, bukan hanya sekedar partisipan dalam ASEAN Economy Community ini.  Itulah mengapa Technopreneur juga turut berperan sebagai pendukung kemandirian bangsa guna melakukan pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan  meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di kancah Internasional.


Senin, 31 Maret 2014

Penerapan sistem informasi pada perusahaan

Penerapan sistem informasi pada perusahaan

1.sistem infomasi memiliki tiga pengertian yaitu Data,Informasi,dan pengetahuan . Data adalah sebuah catatan tentang sebuah peristiwa/kejadian,kegiatan,dan transaksi yang telah diklasifikasi tetapi belum di-organisasikan untuk menyampaikan sebuah makna tertentu karena wujud sebuah data adalah angka,huruf,nomor,suara,dan gambar. Kemudian ada informasi yaitu adalah sebuah data yang telah terorganisir sehingga data tersebut memiliki sebuah makna dan nilai terhadap si penerima data. Yang terakhir adalah Pengetahuan. Pengetahuan adalah kumpulan dari beberapa data yang telah diorganisir dan diproses untuk menyampaikan sebuah pemahaman,pengertian,pengalaman,pembelajaran,akumulasi,serta mengajarkan sebuah keahlian/skill yang nantinya berguna untuk menghadapi proses bisnis di era globalisasi ini
2.TI arsitektur adalah sebuah peta yang menggambarkan sebuah rencana dalam sebuah perusahaan/organisasi. Selanjutnya
TI infrastruktur adalah sebuah fasilitas berbentuk fisik yang nantinya akan menunjang rencana yang sudah ada agar rencana tersebut dapat terwujud dengan baik (misalnya: andre ingin membuat sebuah perusahaan butik ,jika begitu andre pun harus memiliki banyak mesin jahit serta pekerjanya agar pabrik butik tersebut dapat berjalan dengan baik.)

3.Bisnis Proses adalah sesuatu kegiatan yang menghasilkan suatu produk barang,jasa,layanan dan sebagainya bagi suatu organisasi/perusahaan,rekan bisnis,serta pelanggan umum. Sedangkan yang dimaksud dengan Bisnis Manajemen adalah proses dimana sebuah mekanisme yang mengatur jalannya produksi agar proses tersebut berjalan dengan lancar,apabila bisnis Manajemen ini tidak ada,maka sebuah proses produksi pun akan sulit untuk dilakukan

4. Electronic Data intercharge adalah sebuah sistem komunikasi yang memberikan kemudahan sebuah partner kerja untuk saling bertukar informasi/dokumen/berita dan sebagainya untuk melakukan sebuah proses bisnis

5.cara kerja EDI
1.Pesan Standar
Pada dasarnya berisikan teks (text) yang memuat informasi dan rule sebagai penterjemah dari satu atau lebih dokumen bisnis. Contoh dari pesan standart adalah Uniform Communication Standar (UCM) yang mendefinisikan lebih kurang 15 tipe dokumen elektronik diantaranya; purchase order, promotion announcement, price change, invoice, dll. Sedangkan rule dalam EDI lazimnya bekerja dalam bentuk kelompok. Sekumpulan rules untuk memformat sebuah dokumen elektronik disebut transaction set.
2. Perangkat Lunak EDI (EDI Converter)
Berfungsi sebagai sebagai penterjemah dari pesan standar EDI ke dalam internal file format perusahaan penerima. Perangkat lunak EDI harus terintegrasi dengan aplikasi bisnis yang dipakai.
3.bisa langsung menyimpan data langsung ke database perusahaan


6.keuntungan EDI:
1.Menghemat kertas
2.Bisa meminimalis kesalahan entri data
3.Bisa memberikan sebuah data yang lebih spesifik
4.Bisa meningkatkan produktivitas,layanan pelanggan,menghemat waktu

7.kelemahan EDI:
1.Membutuhkan banyak biaya untuk pemasangannya
2.Tidak bisa diaplikasikan pada perusahaan kecil
3.Membutuhkan 2 pihak untuk mempunyai EDI converter

8.study case gambar 1


Gambar 1: Dari rangkuman gambar pertama dapat kita simpulkan,perusahaan yang tidak menggunakan sistem EDI mendapatkan kesulitan untuk memesan sebuah barang Karena tidak adanya sistem terpadu.Lihat saja perusahaan 1,sulit memesan barang karena dalam pemesanan tersebut perusahaan 1 harus melapor kebeberapa divisi/bagian untuk memberikan informasi dan sebagainya agar sebuah informasi detail dapat sampai keperusahaan 2  tersebut,
begitu juga sebaliknya terdapat sebuah kesulitan dari perusahaan 2 untuk memberikan konfirmasi balik kepada perusahaan 1. Karena pertukaran informasi ini sangat memakan waktu,maka sebuah proses bisnis pun sangat lama untuk dilaksanakan/dilakukan karena tidak adanya sistem yang baik,sehingga kedua perusahaan dapat mengalami kerugian berupa banyak waktu yang terbuang, banyak biaya yang terbuang(seperti kertas,Dsb), sulit untuk melakukan sebuah pendataan(seperti transaksi, pencatatan akun, Dsb).


9.study case gambar 2

perusahaan 1 dapat melakukan proses bisnis dengan mudah karena sistem EDI. Sistem EDI telah membantu perusahaan 1 dan perusahaan 2 agar dapat saling mengirimkan informasi secara cepat dan mudah. Informasi yang di kirimkan oleh kedua belah pihak juga tidak memerlukan waktu yang banyak untuk diproses, karena EDI konverter telah dapat memproses data yang dikirimkan secara spesifik dan otomatis dapat langsung menyimpan data yang dikirimkan oleh perusahaan 1 langsung ke data base perusahaan 2,
sehingga kedua belah pihak perusahaan tidak memerlukan banyak staff untuk memproses sebuah siklus penerimaan dan pengiriman informasi. Secara garis besar EDI telah memberikan keuntungan berupa penghematan waktu, pengurangan karyawan/staff, memberikan sistem informasi yang terpadu, meminimalis biaya yang harus dikeluarkan sehingga keuntungan perusahaan bertambah, mempercepat waktu pengiriman barang, akan tetapi dibalik keuntungan yang di dapat EDI pun dapat memberikan kerugian bagi beberapa komponen disekitar nya seperti adanya pengangguran karena pengurangan karyawan di perusahaan.

10.kesimpulan

Setelah mengetahui kesimpulan dari 2 gambar kita bisa menyimpulkan bahwa EDI sangat berperan dalam berbisnis jarak jauh,karena EDI bisa mempermudah antar perusahaan untuk bertukar informasi secara mudah dan mempercepat sebuah proses yang ada serta mengurangi banyak biaya, dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Sumber : Introduction to information system – enabling and transforming business .3rd edition. R.Kelly Rainer | Casey G.Cegielski
Page : 10,11,201,341,342

Binus.ac.id

Senin, 24 Maret 2014

Digital library

PENGENALAN DIGITAL LIBRARY dan LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM

DIGITAL LIBRARY à Suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku, gambar, suara, dalam bentuk file elektronik dan di distrubusikan dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer
Sebagian besar digital library fokus kepada :
¢  Search
¢  Access
¢  Use
Ada 3 komponen penting dalam Digital Library :
¢  People
¢  Information resources
¢  Technology
Fungsi digital library :
¢  Menyediakan friendly interface bagi user
¢  Untuk mensupport fungsi dari perpustakaan
¢  Meningkatkan kemajuan dalam pencaharian, akses dan perbaikan informasi
¢  Meningkatkan kegiatan perpustakaan
Advantages digital library :
¢  Tidak ada batas fisik
¢  Bisa di akses kapan saja
¢  Multiple accesses
¢  Memudahkan mencari informasi
¢  Tidak membutuhkan banyak tempat
Disadvantages digital library :
¢  Cost
¢  Mentraining pegawai
¢  Belum tentu semua user bisa menggunakannya
¢  Biaya keamanan
¢  Pelanggaran hak cipta
¢  Pemeliharan hardware dan software
Library management system à Sistem ERP untuk perpustakaan. Digunkan untuk mengetahui buku apa yang di punya, buku yang dipesan, tagihan denda dan memonitor buku yang dipinjam
Module LMS :
¢  Acquisitions (ordering, receiving, and invoicing material)
¢  Cataloging (classifying and indexing material)
¢  Circulations (lending material)
¢  Serial (tracking material)
¢  The OPAC (public user interface)
Library management system à LMS digunakan untuk mengembangkan bagian teknikal perpustakaan dan kebutuhan user. Seperti electronic interfaces, akses protokol, pembelian dan proses akusisi, dan sistem catalog

www.binus.ac.id